Wow! Siapa Sangka Rumah Bergaya Eropa dan Asia Ternyata Punya Perbedaan Cukup Banyak?

Seiring berkembangnya zaman,  perubahan desain arsitektur rumah juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Daerah perkotaan adalah salah satu contoh riilnya. Gedung-gedung tinggi, bangunan-bangunan mewah, maupun perumahan bergaya minimalis pasti sering anda temui di daerah perkotaan. Namun, dari sekian banyaknya tipe-tipe desain bangunan, ada beberapa jenis desain yang masih banyak digandrungi oleh masyarakat umum sampai sekarang, yaitu desain rumah bergaya Eropa dan desain rumah bergaya Asia. Lantas, apakah yang membedakan kedua jenis desain bangunan ini? Manakah desain yang lebih bagus digunakan? Untuk lebih lengkapnya mari simak penjelasannya di bawah ini.

Desain Rumah Bergaya Eropa : Kokoh dan Megah

 

Sejak jaman dahulu, bangunan-bangunan Eropa selalu identik dengan pilar-pilar kokoh yang mampu menyokong berbagai sisi-sisi bangunan rumah. Selain pilar, bangunan bergaya Eropa juga identik dengan kesan klasik yang elegan. Ketika melihat bangunan ini, anda akan merasa seperti sedang melihat bangunan-bangunan istana yang megah. Selain megah dan elegan, bangunan bergaya Eropa ini juga dikenal dengan strukturnya yang kokoh dan kuat.

Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda yang masih kokoh berdiri hingga sekarang di Indonesia. Ciri khas lain yang melekat pada desain rumah bergaya Eropa ini adalah pada penggunaan lantai vinyl sebagai lantainya. Tak heran bila lantai-lantai bangunan Eropa terkenal awet dan tahan lama. Untuk bisa mendapatkan lantai vinyl ini, anda bisa membelinya secara mudah di toko lantai vinyl maupun toko-toko bangunan terdekat.

Desain Rumah Bergaya Asia : Natural dan Simple

 

Lain halnya dengan desain rumah bergaya Eropa, desain rumah bergaya Asia ini cenderung memiliki desain yang lebih simple dan natural. Ketika akan membangun rumah menggunakan desain ini, anda tak perlu lagi menggunakan pilar-pilar besar yang menjulang sebagai penyokong bangunan. Cukup dengan pondasi yang kuat, rumah bergaya Asia ini sudah bisa berdiri tegak. Perbedaan lain yang lebih mencolok di antara kedua desain bangunan ini adalah dari segi luasnya bangunan. Apabila desain rumah bergaya Eropa identik dengan arsitektur bangunan yang besar dan megah, maka desain rumah bergaya Asia lebih cenderung berasitektur minimalis dan sederhana.

Baca juga: Tips Menentukan Texture Keramik yang Sesuai Dengan Ruangan

Ciri khas lain dari desain rumah ala Asia ini adalah pada penggunaan dekorasi dan ornamen yang dipakai. Ornamen-ornamen yang menjadi ciri khas dari desain arsitektur Asia ini pada umumnya menggunakan aksesoris-aksesoris yang kental dengan budaya. Selain itu, warna cat dinding yang digunakan juga lebih sering memakai warna-warna natural seperti putih, krem, dan abu-abu. Rata-rata hunian bergaya Asia ini juga memakai kolam air dan lantai vinyl sebagai dekorasi rumahnya, sehingga bagi anda yang ingin memiliki rumah bernuansa Asia, anda bisa mencari lantai vinyl di toko flooring Jakarta serta toko-toko lain yang menyediakan ornamen dekorasi ala Asia.

Keunggulan Desain Rumah Bergaya Eropa VS Desain Rumah Bergaya Asia

 

Manakah desain rumah yang lebih bagus, apakah desain rumah ala Eropa atau desain rumah ala Asia? Sebenarnya, kedua desain rumah ini memiliki keunggulannya masing-masing. Jika anda termasuk salah satu orang yang menyukai tipe rumah berbentuk besar, luas, megah, dan tampak kokoh, maka desain rumah bergaya Eropa cocok diterapkan pada hunian anda. Namun, jika anda termasuk tipe orang yang simple dan tidak suka ribet, maka desain rumah bergaya Asia lah yang tepat untuk anda pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *