Mengukur Tinggi yang Ideal untuk Plafon Rumah

Tinggi yang Ideal untuk Plafon Rumah

Plafon merupakan elemen konstruksi yang cukup penting di dalam sebuah bangunan maupun hunian. Keberadaannya tidak hanya menyerap panas dan sebagai katalisator terhadap panas matahari, tetapi juga dapat menambah estetika. Plafon dengan bentuk dan macamnya memiki ciri-ciri khusus yang disesuaikan dengan bentuk dan besarnya sebuah bangunan. Ada kalanya plafon tersebut dibuat khusus dengan citra rasa yang tinggi, namun adapula yang tampak polos layaknya bangunan perkantoran yang bertingkat.

Bangunan di tanah air yang dibangun pada zaman kolonial tentu menggunakan tinggi plafon yang jauh lebih tinggi daripada tinggi plafon banyak hunian masa sekarang. Hal ini disebabkan kelembaban yang sangat tinggi di tanah air hingga mencapai 95%. Dengan kelembaban yang demikian tinggi, maka dibangunlah plafon yang tinggi-tinggi untuk meminimalisir efek panas dan lembab. Kini banyak rumah, terutama di kota besar, yang membangun plafon lebih rendah demi efisiensi berupa plafon GRC dan mengikuti bentuk rumah yang cenderung kecil.

Pada rumah minimalis, penggunaan plafon, terutama plafon GRC,  disesuaikan dengan bentuk dan luas bangunan yang cenderung lebih rendah untuk memaksimalkan luas lahan dengan elemen dan atribut yang multifungsi. Untuk menciptakan efek tinggi dan semakin luas pada isi hunian, biasanya permainan elemen dan perabot pada bidang geometris dan memanjang lebih dominan.

Tinggi yang Ideal untuk Plafon Rumah

Ukuran Tinggi Ideal Plafon Rumah

Ukuran plafon umah tinggal sebenarnya bebas, tergantung keinginan pemilik rumah. Tetapi jika tidak dapat memahami fungsi dan estetika hunian, rumah tersebut justru tampak aneh dan tidak nyaman. Sebuah rumah dengan luas yang sempit tetapi membangun plafon tinggi, tentu tampak seperti cerobong asap. Hal sebaliknya, sebuah hunian yang berada di daerah pesisir  tetapi membangun plafon rendah, akan membuat isi rumah seperti di dalam oven. Di sini akan diuraikan tentang tinggi plafon sesuai dengan luas dan wilayah hunian.

1. Pegunungan

Rumah-rumah di pegunungan yang cenderung dingin, membangun plafon tinggi adalah kekeliruan besar. Plafon yang dibangun sebaiknya rendah untuk menjaga kehangatan isi ruangan. Bisa juga menggunakan rumus Panjang + Lebar /2 = tinggi plafon. Misalnya luas ruang 4×3 m maka tinggi plafon adalah (4+3)/2= 3.5 m. Tetapi ini bukan rumus baku yang paten, dimana penggunaanya tetap mengacu pada kepentingan pemilik rumah.

2. Pesisir

Huninan yang berada di daerah pesisir biasanya lebih panas daripada yang berada di dataran tinggi. Kondisi seperti ini harus disiasati dengan membangun plafon yang cukup tinggi, atau lebih tinggi dari plafon pada umumnya. Ketinggian ini digunakan untuk memperlancar sirkulasi udara sehingga tetap nyaman dan segar. Tetapi biasanya tinggi plafon untuk daerah pesisir antara 2,8 m hingga 3,2 m.

3. Bentuk Rumah

Rumah-rumah besar dengan luas ruang yang lega tentu membutuhkan ketinggian plafon yang jauh lebih tinggi daripada rumah minimalis. Karena tingginya plafon biasanya mengacu pada luas ruangan. Semakin luas ruangan, semakin tinggi pula plafon yang harus dibangun. Hal ini digunakan untuk memperlancar sirkulasi udara dan mendatangkan udara sejuk. Ruang dengan ukuran 8 x 5 m tanpa sekat, maka tinggi plafon yang ideal adalah 6 atau 7 meter. Sedangkan rumah-rumah yang cenderung sempit, seperti rumah minimalis, maka ketinggian plafon diukur menyesuaikan luar ruang. Membangun plafon yang tinggi dengan luas ruang sempit, justru akan menciptakan kesan lorong.

Beberapa bangunan bertingkat, biasanya sama sekali tidak menggunakan plafon. Karena plafon sudah terbentuk dengan sendirinya saat dibangunnya lantai yang berada di atasnya. Namun demikian, pembangunan hunian bertingkat tetap memperhatikan sirkulasi udara dengan cara membangun void, sebuah celah yang sengaja tidak dibangun dari lantai dasar ke lantai atas. Hal ini digunakan untuk mensuplai udara ke lantai atas atau ke seluruh hunian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *