Kenali Kekurangan Penggunaan Genteng Tanah Liat ! Agar Bangunan Tahan Bocor

Penggunaan Genteng Tanah Liat

Genteng adalah salah satu material penting yang digunakan untuk membangun sebuah bangunan. Dengan adanya genteng, siapapun yang ada di dalam bangunan, baik rumah, ruko, kantor, bandara, terminal dan lain sebagainya, tidak kerkena panas matahari dan dinginnya malam. Anda juga tidak akan kehujanan jika ada dalam ruangan yang sudah terpasang genteng. Biasanya, tukang-tukang yang mengerjakan bangunan, bisa memasang genteng sesuai permintaan. Meskipun tidak ada melalui kontraktor yang menyediakan jasa waterproofing, tukang biasa bisa mengerjakan pemasangan genteng untuk melindungi pemilik bangunan.

Pembuatan Genteng Tradisional, Ada Proses Pembakarannya Lho

Ganteng sebenarnya ada banyak macamnya. Paling umum adalah genteng tanah liat yang diproduksi dengan cara tradisional. Setelah dicetak, tanah liat yang akan dimanfaatkan sebagai bagian atas pada sebuah bangunan ini, dibakar dalam tungku. Pembakaran ini bertujuan untuk memperkuat genteng agar tidak mudah pecah.

Genteng tanah liat dibuat dengan kerapihan dan presisi yang baik, supaya saat dipasang bisa pas dan tertata dengan rapi. Sedangkan untuk polesan terakhir biasanya diolesi dengan glazur agar pori-pori tertutup dan tampilan bagian atas bangunan lebih mengkilap. Anda bisa memesan glazur di jasa pemasangan waterproofing membrane bakar.

Jenis-Jenis Genteng Tradisional

Jenis-Jenis Genteng Tradisional

Berbagai bentuk genteng tanah liat dibuat sesuai dengan ciri khas sebuah daerah, dimana genteng dibuat. Di antaranya adalah genteng kodok. Untuk membuat genteng kodok, biasanya para pembuat mencetaknya secara manual. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, pembuatan genteng model kodok ini, sudah bisa diproduksi dengan mesin.

Genteng jenis ini memiliki bentuk datar pada bagian atas sampai tengah, sedangkan untuk bagian bawah, dilengkapi dengan lekukan yang fungsinya untuk mengunci genteng di reng kayu yang sudah disiapkan. Biasanya, para produsen sudah memberikan glazur atau finishing berupa cat, sehingga tukang hanya tinggal memasang genteng tanpa perlu mengecatnya lagi.

Selain itu, juga ada jenis Morando, yang dilepas kepasaran dengan dua jenis yaitu, sudah di-finishing dengan glazur ataupun belum. Ada juga genteng plentong yang terkenal paling ringan dari segi bobot dan harga.

Kekurangan Menggunakan Genteng Tradisional

Sebenarnya, untuk melindungi anggota keluarga di dalam rumah ataupun bangunan lainnya, bagian atas rumah bisa di tutup menggunakan apapun, salah satunya menggunakan genteng tradisional. Namun ada beberapa kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih genteng tradisional, yaitu:

1. Mudah bocor

Pada saat proses pemasangan genteng tanah liat, para tukang harus benar-benar hati-hati dan teliti, mengingat sewaktu-waktu genteng bisa retak ataupun patah. Jika memasangnya tidak pas, maka akan terjadi kebocoran. Jika terjadi kebocoran pada bagian atas rumah, lebih baik jika anda menghubungi jasa waterproofing agar rumah aman dari tetesan air hujan.

2. Mudah lumutan

Genteng yang terbuat dari tanah liat, sangat rentan terhadap lumut dan jamur. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melapisinya dengan glazur atau cat. Sangat tepat jika anda sedang membangun rumah dan ingin memasang genteng tanah liat, pilihlah yang sudah terlapisi dengan glazur supaya tidak kerja dua kali.

3. Pemasangan yang cukup sulit

Pemasangan genteng tanah liat yang dibuat secara tradisional ini, memerlukan keahlian khusus karena harus dipasangan dengan pola zig-zag. Antar sambungan harus terkunci dengan baik supaya tidak terjadi kebocoran. Maka dari itu, jika tukang yang membangun rumah atau bangunan anda tidak terbiasa memasang genteng lebih baik tidak diminta untuk memasang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *