Safety Brush, Sistem Pengaman Pada Eskalator Terkini

 

Eskalator merupakan tangga jalan yang biasa digunakan pada mall dan pusat perbelanjaan lainnya. Saat membangun sebuah tempat, pihak kontraktor hvac sudah memikirkan fasilitas apa saja yang diberikan seperti lift barang, eskalator, lift penumpang dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan untuk para pengguna. Saat eskalator dijalankan tentu terdapat sistem pengaman sehingga pengguna tidak akan mudah terjepit. Hal tersebut yang membuat eskalator pada bagian ujungnya terdapat garis kuning yang tidak boleh dilewati.

Untuk memasang eskalator pada sebuah gedung dibutuhkan jasa instalasi listrik yang handal dan percaya seperti Lightning.co.id. Pemasangan harus dilakukan oleh ahlinya agar eskalator dapat berfungsi dengan baik. Sistem keamanan juga dipasang sehingga ketika ada benda yang tersangkut maka eskalator bisa berhenti secara otomatis. Sebenarnya eskalator sudah dilengkapi dengan berbagai sensor lain untuk keamanan, salah satu komponennya adalah Safety Brush.

Keunggulan Safety Brush untuk sistem pengaman pada eskalator

Sistem Pengaman Pada Eskalator

Jika Anda memperhatikan bentuk eskalator tentu akan melihat pada bagian pinggirnya terdapat sebuah sikat berwarna hitam. Tentu tak banyak yang mengetahui fungsi dari sikat tersebut, ternyata sikat tersebut digunakan untuk menjaga keamanan eskalator saat bekerja. Menurut peraturan keamanan, komponen pengaman harus dipasang dengan benar dan tepat.

Sikat ini dikenal sebagai Safety Brush yang juga bermanfaat membersihkan debu antar celah. Dikombinasi dengan sikat anti pilling. Komponen ini bisa digunakan sebagai pengaman dan pencegah kecelakaan pada eskalator. Fungsi utama dari komponen Safety Brush ini adalah sebagai peringatan jika posisi kaki kita terlalu dekat pinggir eskalator. Mungkin ketika menaiki eskalator Anda tidak sadar jika sudah terlalu pinggir. Dengan adanya sikat tersebut maka Anda bisa mengetahui bahwa posisi tersebut cukup berbahaya. Untuk mencegah kecelakaan yang terjadi maka pengguna harus bergeser ke arah tengah eskalator.

Jika diperhatikan terdapat dua jenis pinggiran eskalator, yaitu berbentuk besi dan juga bentuk sikat. Pihak kontraktor lebih suka memilih komponen sikat karena memiliki berbagai keunggulan daripada jenis besi. Untuk lebih jelasnya simaklah beberapa keunggulan penggunaan sikat keamanan pada eskalator.

  • Mudah diganti

Untuk masalah keamanan, tentu pemeliharaan harus dilakukan dengan baik dan sesuai. Sikat ini sangat mudah diganti, sehingga ketika terjadi kerusakan maka komponen bisa diganti dengan cepat.

  • Anti karat

Bahan sikat memiliki ketahanan yang kuat dan tidak mudah mengalami korosi. Hal ini membuat sikat ini bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

  • Mudah dipasang

Komponen keamanan eskalator ini sangat mudah untuk dipasang karena cukup fleksibel. Bahkan untuk bagian-bagian yang tertekuk bisa dijangkau dengan mudah. Hal ini bisa membuat sistem keamanan lebih efektif.

  • Tahan terhadap api

Beberapa kecelakaan pada eskalator bisa saja mengakibatkan percikan api karena aliran listrik yang terdapat pada eskalator. Namun dengan penggunaan Safety Brush maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena bahan sikat ini tahan terhadap api dan tidak mudah terbakar.

Itulah fungsi dari komponen Safety Brush pada eskalator. Pihak kontraktor tentu sudah memperhitungkan segala kebutuhan dan bentuk bangunan agar aman dan awet digunakan. Namun yang harus diperhatikan adalah pengawasan yang tepat, karena seringkali anak-anak tidak memahami penggunaan eskalator dengan baik. Sehingga kebanyakan korban kecelakaan pada eskalator adalah anak-anak.

Sebelum memasang eskalator, pihak kontraktor akan menyusun perencanaan terlebih dahulu. Setelah kontraktor menentukan dimana tempat pembangunan eskalator, maka pihak jasa instalasi listrik akan langsung mengerjakan sesuai dengan arahan. Hal ini penting dilakukan karena eskalator bergerak dengan tenaga listrik.

Belum Tahu Cara Memasang Pendingin Ruangan? Ini Caranya!

Pendingin ruangan atau AC kini menjadi salah satu hal penting yang harus ada di dalam ruangan. Hal ini karena udara yang kian tidak menentu apalagi di daerah perkotaan yang memiliki udara sangat panas dan juga polusi yang menyebar.

AC (Air Conditioner) adalah mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara di dalam ruangan agar tetap sejuk dan tidak terasa panas. Selain untuk menyejukan ruangan, Air Conditioner juga berfungsi sebagai pembersih udara yang ada pada ruangan sehingga membuat udara yang kita hirup menjadi lebih sehat dan segar. Cara kerja AC ini juga tergolong cepat karena tidak membutuhkan waktu lama agar udara di dalam ruangan menjadi berubah sejuk.

Komponen yang Ada di Dalam AC

AC miliki beberapa komponen yang juga memiliki kegunaannya masing-masing, adapun komponen yang ada dalam AC sebagai berikut :

1.    Kompresor AC

Kompresor AC adalah komponen utama yang harus ada pada AC ini memiliki fungsi sebagai perubah tekanan gas yang rendah menjadi tekanan gas yang tinggi. Cara kerja kompresor AC adalah dengan meriubah gas menjadi cair saat Freon tidak mampu menyerap panas dalam keadaan berwujud gas.

2.    Heat Exchanger

Kompone kedua dari AC ini, berfungsi sebagai tenpat pertukaran panas dari dalam ke luar.

3.    Evapolator

Evapolator adalah tempat perubahan gas yang dialirkan oleh Freon menjadi uap dingin yang akan menjadikan ruangan menjadi dingin.

4.    Thermostat

Thermostat adalah komponen terakhir yang ada di dalam AC, thermostat sendiri berfungsi sebagai pengatur suhu yang dikeluarkan oleh Evapolator agar tidak terlalu dingin.

Cara Memasang Air Konditioner Dalam Ruangan

Memasang AC memiliki beberapa langkah yang harus dilakukan, bisa memasangnya sendiri atau juga bisa menyewa tenaga ahli kontraktor hvac. Namun, sebelum itu ada alat-alat yang perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum memasang AC ruangan Anda antara lain seperti :

  • Menyiapkan Unit Indoor dan Outdoor AC
  • Waterpass
  • Siapkan Pengikat Kabel
  • Bor Ukuran Kecil
  • Siapkan Pompa Vakum
  • Jangkar
  • Lakban atau Slotip
  • Busa
  • Miniatur Circuit Breaker
  • Kunci Pas
  • Duct Tape
  • Gergaji
  • Sekrup

Setelah memastikan Anda telah menyiapkan alat-alat tersebut, maka Anda atau kontraktor listrik bisa langsung melakukan pemasangan AC, sebagai berikut:

1)    Menentukan Lokasi yang Pas

Saat ingin melakukan pemasangan AC Anda harus dapat menentukan lokasi tempat AC Anda akan dipasang. Usahakan Anda menetukan lokasi yang dapat menjangkau segala arah agar dinginnya merata dan yang paling penting adalah penempatannya sebaiknya di dekat pintu keluar agar tidak membutuhkan pipa yang terlalu panjang dari jangkauan.

2)    Pasang Jangkar yang Telah Disiapkan

Jangkar yang telah terpasang akan berfungsi sebagai penyanggah AC. Dalam pemasangan jangkar ini perlu melakukan pengeboran dinding agar jangkar bisa dipasang, kemudian tinggal Anda lakukan pengencangan dengan menggunakan skrup.

3)    Melubangi Dinding

Lubang pada dinding berfungsi sebagai tempat untuk mengeluarkan pipa ke luar dan sebagai tempat untuk melancarkan air keluar dengan lancar.

4)    Pasang Unit Indoor dan Outdoor AC

Dalam pasangan unit indoor, Anda harus memastikan tempat pemilihan lokasi harus terhindar dari panas matahari. Dan lakukan pemasangan dengan posisi horiontal, bor dinding kumudian pasang brecket dengan menggunakan skrup.

5)    Perhatikan Ulang Pipa

Agar memastikan pemasangan yang dilakukan oleh kontraktor mekanikal elektrikal benar-benar berhasil, Anda dapat mengecek kembali pipa. Hal ini dapat berfungsi sebagai kewaspadaan agar tidak terjadi kebocoran Freon AC.

Canggihnya Instalasi Pintu Geser Otomatis Digedung Perkantoran Maupun Pusat Perbelanjaan

Pintu otomatis dugunakan untuk memfasilitasi pergerakan cepat masyarakat. pemasangan pintu ini biasanya digunakan pada tempat-tempat umum pemerintahan maupun swasta. Pintu yang membuka dan menutup otomatis dianggap lebih simple dibandingkan dengan pintu manual. Apalagi pintu yang biasa dilewati oleh banyak orang. Pintu otomatis memanfaatkan jasa instalasi listrik pada saat pemasangannya.

Pintu otomatis memang terlihat sederhana dan sangat simple. Orang berada didepan pintu kemudian pintu membuka dengan sendirinya. Sistem kerjanya sangat mudah tapi nyatanya butuh alat dan sistem yang canggih pada proses instalasinya. Pintu otomatis memanfaatkan beberapa macam sensor agar dapat bekerja sebagaimana mestinya. Berikut ini beberapa sistem sensor yang biasa digunakan untuk kontraktor ME pada saat meng-instalasi pintu geser otomatis.

Sensor Panas Tubuh

Sensor yang digunakan pada proses instalasi pintu geser yang pertama memanfaatkan sensor panas tubuh. Semua mahluk hidup memiliki panas tubuh yang terjadi ketika melakukan sebuah kegiatan. Pada saat manusia diam maka suhu tubuh akan stabil dan membuat pintu tidak terbuka. Panas tubuh manusia yang bergerak mendekati pintu akan membuat pintu secara otomatis mendeteksi gerakan dan perubahan suhu yang terjadi.

Sensor ini diletakkan pada bagian samping atau atas pintu. Pada saat proses pemasangan dilakukan riset terlebih dahulu. Riset dilakukan untuk menentukan area yang tepat. Luas area yang membuat pintu membuka otomatis ketika ada orang diekatnya.

Sensor Tekanan

Pernahkah kalian menonton film toy story. Pada filmu tersebut ada sebuah adegan dimana salah Woody memasuki sebuah toko mainan untuk menyelamatkan temannya. Pada adegan itu ternyata pintu tidak dapat terbuka secara otomatis. Kemudian Woody membawa sebuah kardus berisi mainan lain untuk diletakkan diatas keset. Pintu kemudian terbuka secara otomatis karena terjadi tekanan.

Pintu tersebut menggunakan sensor tekanan yang diletakkan pada bagian bawah keset. Pada saat seseorang menginjak keset tersebut maka pintu akan secara otomatis terbuka. Tekanan yang diperlukan disesuaikan dengan berat manusia. Jadi tidak semua tekanan akan membuat pintu terbuka. Proses instalasi dilakukan dengan menentukan berat minimal dan maksimal pintu akan terbuka. Hal ini dilakukan agar penggunaan pintu kaca dapat bekerja sesuai sasaran yaitu untuk manusia.

Sensor Optik

Sensor optic ini merupakan salah satu teknologi canggih yang biasa digunakan oleh para kontraktor ME. Proses instalasi ini memanfaatkan sinar infra merah untuk membantu pendeteksian. Infra merah dipasang dan didepan pintu. Sinar ini akan menghalangi pintu secara kasat mata. Pada saat seseorang berjalan menerobos sinar infra merah didepan pintu maka secara otomatis pintu juga ikut terbuka.

Sensor infra merah yang terbukan akan memerintahkan pintu untuk membuka dan memberikan jalan. Sensor ini pastinya sangat responsif terhadap segala sesuatu yang mengenainya. Jadi tidak ada kasus pintu tidak terbuka seperti yang terjadi pada serial toy story.

Kemajuan teknologi memang mampu memudahkan setiap kegiatan manusia. Pintu geser menjadi salah satu terobosan yang memantu mobilisasi masyarakat. keberadaan pintu geser juga menjadi sebuah indikator kemajuan sebuah usaha. Tempat-tempat umum di Indonesia khusunya diperkotaan telah beralih menggunakan pintu otomatis. Kemudahan dan keawetan menjadi perimbangan.

Pintu manual biasanya mudah rusak karena proses membuka dan menutup yang dilakukan manusia terkadang semaunya. Berbeda dengan pintu otomatis yang mampu membuka dan menutup sendiri. Proses menutup dan membuka ini sudah disetting sedemikian rupa sehingga mampu menjaga keawetan pintu itu sendiri.